Latest News

Menterjemahkan

Google Translate
Arabic Korean Japanese Chinese Simplified Russian Portuguese
English French German Spain Italian Dutch

Nilainya Adalah Usaha

Minggu, 27 Februari 2011 , Posted by ronaldoccd at 10.02

Sejak tadi aku hanya berkutat dengan beberapa buku yang kupinjam dari perpustakaan lusa kemarin. Mataku terus terpaku pada tulisan yang tercetak didalamnya. Halaman demi halaman kutelusuri berharap tidak ada satu kata pun yang terlewatkan. Aku berusaha menelaah semuanya tanpa mau menerima mentah-mentah apa yang tertulis di dalam buku yang sejak tadi kupegang. Aku terusik oleh ketukan pintu kamarku yang kudengar beberapa kali.“Siapa?” tanyaku pada si pengetuk pintu.“Bunda,” jawab seseorang dari balik pintu.

Tak lama pintu kamarku terbuka perlahan dan kulihat wanita paruh baya masuk dengan kedua tangan yang membawa sepiring makanan dan susu hangat. “Kamu belum makan malam kan?”Aku tersenyum dan menutup buku yang sebelumnya telah kutandai terlebih dahulu.“Besok ujian. Pusing,” kataku manja. Bunda duduk di sisi ranjang, tepat di sebelah kananku. Kurebahkan kepalaku di atas pahanya yang berjajar.“Bukan berarti lupa makan kan?” Bunda tersenyum seraya membelai rambutku.“Rey mau ujian kali ini bisa lulus dengan nilai yang sesuai sama target Rey. Rey mau buat Ayah Bunda bangga,” gumamku.- Hari pengumuman kelulusan-Nama itu? Reyga Danu Darmawan. Kemana nama itu? Kenapa nama itu tak tercantum di papan pengumuman kelulusan?Aku tercenung sendiri. Ingin berteriak. Aku… aku tidak lulus? Apa kata Ayah Bunda nanti? Apa kata teman-temanku nanti? Aku malu. Aku merasa menjadi manusia terbodoh di dunia.“Rey…”Suara itu.. Aku mengenalnya... Aku sangat mengenalnya.

Kudongakkan kepalaku yang sejak tadi kubiarkan tertunduk kaku.“Ayah… Bunda…”Suara itu milik Bunda dan kini Bunda berdiri di hadapanku sementara Ayah berdiri disampingnya.“Maaf, Rey…,” aku berusaha mengeluarkan kata pahit itu. “Rey nggak lulus,” kukatakan juga walaupun terasa getir lidah ini mengucapkannya.“Rey, kamu sudah melakukan yang terbaik. Percuma kamu lulus kalau yang kamu dapatkan hanya kesombongan dan keujuban diri. Percuma mendapat nilai 10 di kertas ijazah tapi nilai kamu merah di kehidupan nyata. Lebih baik kamu mendapat yang buruk tapi kamu menjadi yang terbaik diantara mereka daripada kamu menjadi yang terbaik tapi dangkal diantara mereka.

Toh Tuhan bukan menilai semuanya dari hasil yang kita dapatkan melainkan dari usaha yang telah kita lakukan untuk meraihnya,” nasehat Ayah.“Kenapa kamu sedih? Bukankah Ayah sering mengatakan ini?”Aku terdiam.“Kamu sedih karena kamu malu. Takut menerima ‘apa kata orang nanti’, bukan karena kegagalan usahamu.”“Rey, satu pintu belum terbuka untukmu tapi pintu yang lain telah siap menyambutmu,” ujar Bunda bijak, “Ayah Bunda bangga punya kamu, Rey.”Tuhan memang tidak pernah melihat hasilnya tapi Tuhan selalu melihat dari usaha yang telah kita lakukan untuk mendapatkan apa yang kita inginkan.

Sumber : cerpen.net

Currently have 0 komentar:

Leave a Reply

Posting Komentar